Suka Duka Job Training di UAE

    Hai guys, balik lagi nih sama gue yang dulu suka nge-blog lalu tiba tiba menghilang. Jadi, kemarin tuh gua gapunya alat dan ide buat ngeblog lagi, memang bisa di handphone cuman kan kaya ga nyaman gitu.

    Di postingan kali ini gua mau cerita lika-liku kehidupan job training gua di UAE, lebih tepatnya di Ras Al Khaimah. Jadi, kalo ada yang bilang "wah job training di Dubai" itu salah. Dubai sama Ras Al Khaimah itu jauh, ibarat Dubai itu Jakarta, Ras Al Khaimah itu Bandung, ya kurang lebih seperti itu lah perumpamaannya. Oke, langsung aja gua ceritain

1. Cuaca

    Hidup di UAE itu susah susah gampang, termasuk menyesuaikan diri dengan cuaca. Pas tanggal 23 Juli gua dateng ke negara ini, itu masih musim panas dan itu panas bukan main guys. Kalo siang bisa sampe 48 derajat celcius dan kalo malem paling 33 derajat, 33 derajat di malam hari itu panas loh. Jadi kalo lu ngeluh "duh Jakarta panas banget", bersyukur lah karna sepanas panasnya Jakarta itu ga sepanas di UAE. Dan masuk ke bulan November, suhu mulai turun karena udah masuk ke musim dingin, dan musim dinginnya itu dingin banget. Selama satu hari temperatur itu ga akan lebih dari 25 derajat dan kalo malem bisa nyentuh 15-17 derajat celcius. Tapi kalo musim dingin itu enaknya lo bisa outing keluar tanpa harus kepanasan walaupun mataharinya nyengat juga sih hehe

2. Makanan

    Untuk makanan, bagi lo yang suka makanan pedes, siap-siap lah untuk merindukan yang teramat dalam dengan masakan pedasnya Indonesia. Karena, buat gua makanan disini ga ada pedesnya sama sekali dan lidah lo harus terbiasa dengan masakan India dan Filipina. Enak sih memang, sebagian. Mungkin memang lidah orang Indonesia yang harus makan dengan bumbu bumbu tradisional dan pedas juga. Tapi, seiring berjalannya waktu lo akan terbiasa dengan makanan yang ada disini. By the way, makan ala ala orang India yang pake roti sama lauk itu enak loh hehe

3. Lingkungan Kerja

    Bisa dibilang, gua sedikit kurang beruntung di awal-awal karena sepertinya gua mendapatkan hotel tempat magang yang kurang asik. Karena, gua tidak dianggap sebagai trainee namun dianggap sebagai staff permanent. Gua sering mikir "gua kan trainee, kalo gua salah wajar dong kan belajar". Tapi, sayangnya itu ga berlaku disini karena sekali salah adalah sebuah kesalahan dan tidak peduli siapa yang bikin. Ancaman untuk dipecat adalah makanan gua sehari-hari sebelum akhirnya manager gua yang resign dan sebelum dia resign, dia memuji kinerja gua yang bikin audit hotel gua menjadi 100%. Seneng sih tapi mikir "kenapa ga dari dulu dia memuji gua seperti ini". Semua berjalan lancar setelah dia resign, pressure sedikit berkurang namun masalah baru adalah SPV gua yang sifatnya sepertinya sama seperti manager gua yang lama ingin memperlakukan gua seperti dulu, selalu mengancam gua dan memberikan pressure, tapi karena gua berprinsip "nothing to lose" jadi ya udah lah lanjut ya bagus ga lanjut ya yaudah juga. Tapi, ada sebuah kejadian yang bikin dia dipecat dan sepertinya gaperlu gua ceritai disini. Setelah itu, semua berjalan sangat lancar se-lancar-lancarnya, sampai akhirnya gua bisa menyelesaikan hari terakhir kerja gua. Gua butuh sekitar 4 bulan untuk bisa menghandle kerjaan dengan baik, dan itu termasuk waktu yang lama. Tapi gapapa, itulah proses.

4. Bahasa

    Kerja di UAE lo gaudah fasih berbahasa Arab kok hehe, karena lo bakal kerja sama orang imigran juga (India, Filipina, Nepal, Ghana, Indonesia, Nigeria, Pakistan, etc.). Sangat jelas mereka akan menggunakan Bahasa Inggris, namun yang jadi masalah adalah terkadang aksen mereka berbeda dan akan terasa sangat asing di telinga kita. Bahkan terkadang ada yang gabisa Bahasa Inggris, maksudnya buka ga bisa ya tapi tidak terlalu fasih berbahasa Inggris. Jadi, ya lo usahain ngomong yang jelas dia tau artinya. Grammar ? Haha, mungkin cuman di Indonesia saja yang kalo orang ngomong pake Bahasa Inggris tapi grammarnya salah malah diketawain. Karena disini mereka gakan peduli sama grammar, yang penting ngomong pake Bahasa Inggris dan mereka paham dan yang pasti kita bisa menanggapinya. Ini keren yah, at least mereka berjuang pake Bahasa Inggris, walaupun mereka tau mereka ga bagus bagus amat *gua juga sih hehe*

5. Liburan

    Dengan sistem kerja 6 hari dan 1 libur, sepertinya lebih baik digunakan untuk tidur yah, bahkan gua pernah 12 hari tanpa libur dan akhirnya di hari ke 13 gua libur. Ras Al Khaimah itu sangat beda jauh dengan Dubai. Jadi, kalau lo mau liburan yang beneran liburan keren ya ke Dubai. Dari Ras Al Khaimah ke Dubai cuman 90 menitan kok, itu pun pake transportasi umum. Terbilang cepat karna disini macet adalah suatu hal yang jarang. Dubai ? Bisa gua bilang keren abis, dengan gedung tingginya dan segala akses cuman pake satu kartu. Jadi, di Dubai kalau kita mau kemana mana pake transportasi umum, kita harus bikin kartu metro yang bisa kita pake buat naik bis sama kereta. Jika lo ke Dubai, yang lo pasti liat adalah Burj Khalifa. Ya, gedung tertinggi di dunia ini adalah satu gedung yang sangat iconic dan mencerminkan Dubai sekali banget, namun jika kalian mau masuk ke dalam dan ke "Top of Burj Khalifa" kalian harus bayar. Kedua adalah Burj Al Arab, salah satu gedung iconic di Dubai juga karena bentuknya yang unik dan sangat instagram-able jika di foto, sayang kalian gabisa masuk ke dalam secara gratis guys, kalo kalian mau masuk "katanya" ya kalian harus minimal booking restaurant minimal 200 dirham (1 Dirham = 3800an). Jika kalian pergi ke UAE, berfoto di 2 bangunan itu adalah sesuatu yang wajib hehe


    Oke mungkin ini aja yang bisa gua ceritain. Thanks to Jesus karena gua bisa menyelesaikan job training gue walapun dengan ber-ember-ember air mata hahaha. But, His grace is always un-explain-able terlalu hebat untuk di ceritakan. Ini adalah satu hal yang gabisa gua lupain, dan akan selalu gua kenang, diulang ? hehe mungkin gua akan kembali ke negara ini untuk melanjutkan karir namun di departemen yang berbeda

    Thank you UAE

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perasaan

SosMed (Sosial Media) part 1

ALL ABOUT CLOEGENDRIE ATAU 93